0

Statistik sebagai sarana berpikir Induktif

Posted by jemmymuhammad on January 9, 2013 in Uncategorized |

Sejarah Statistika

Seorang jenius dalam bidang matematika, Pascal (1623-1662), mengadakan korespondensi dengan ahli matematika Prancis lainnya Pierre de Fermat (1601-1665), dan keduanya mengembangkan cikal bakal teori peluang.

Peluang merupakan dasar dari teori statistika,merupakan konsep baru yang tidak dikenal dalam pemikiran Yunani Kuno, Romawi dan bahkan Eropa dalam abad pertengahan. Teori mengenai kombinasi bilangan sudah terdapat dalam aljabar yang bukan dalam lingkup teori peluang namun dengan sangat cepat telaahan ini berkembang.

Konsep statistika sering dikaitkan dengan distribusi variabel yang ditelaah dalam suatu populasi tertentu. Konsep statistika dikembangkan dari sebuah teori kekeliruan oleh Abraham Demoiver. Dari teori Demoiver, Pierre Simon de Laplace mengembangkannya menjadi distribusi normal (konsep umum yang digunakan dalam analisis statistika. Distribusi lain ditemukan oleh Francis Galton (kurva normal),Karl Pearson(konsep regresi, kolerasi, distribusi chi-kuadrat dan analisis statistika untuk data kualitatif), Karl Friedrich Gauss (Teknik kuadrat terkecil, simpangan baku, dan galat baku untuk rata-rata), William Searly Gosset (Konsep pengembangan contoh)dan Ronald Alylmer Fisher (Disain eksperimen, analisis varian dan kovarian, distribusi-z, distribusi-t, uji signifikan dan teori tentang perkiraan). Statistika yang relatif sangat muda dibandingkan dengan matematika, berkembang dengan sangat cepat terutama dalam dasawarsa lima puluh tahun belakangan ini.

 

Statistika dan Cara Berpikir Induktif

Ilmu secara sederhana dapat didefinisikan sebagai pengetahuan yang telah teruji kebenarannya. Semua pernyataan ilmiah adalah bersifat faktual, di mana konsekuensinya dapat diuji baik dengan menggunakan pancaindera maupun alat yang membantu pancaindera tersebut.

Penarikan kesimpulan induktif pada hakikatnya berbeda dengan penarikan kesimpulan secara deduktif. Dalam penalaran deduktif maka kesimpulan yang ditarik adalah benar sekiranya premis-premis yang dipergunakan adalah benar sekiranya premis-premis yang dipergunakannya adalah sah. Sedangkan dalam penalaran induktif meskipun premis-premisnya adalah benar dan prosedur penarikan kesimpulannya adalah sah maka kesimpulan itu belum tentu benar. Yang dapat kita katakan adalah bahwa kesimpulan itu mempunyai peluang untuk benar. Statistika merupakan pengetahuan yang memungkinkan kita untuk menghitung tingkat peluang ini dengan eksak.

Penarikan kesimpulan secara induktif menghadapkan kita kepada sebuah permasalahan mengenai banyaknya kasus yang harus kita amati sampai kepada suatu kesimpulan yang bersifat umum. Statistika memberikan cara untuk dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum dengan jalan mengamati hanya sebagian dari populasi yang bersangkutan. Kesimpulan dari statistika ditarik berdasarkan contoh (sample) dari populasi yang bersangkutan, tidak selalu akan seteliti kesimpulan yang ditarik berdasarkan sensus (mengamati keseluruhan populasi).

Statistika juga memberikan kemampuan kepada kita untuk mengetahui apakah suatu hubungan kausalita antara 2 faktor atau lebih  bersifat kebetulan atau memang benar-benar terkait dalam suatu hubungan yang bersifat empiris. Salah satu contoh sederhana yaitu melakukan pemupukan terhadap sejumlah rumpun padi di mana sebagian di antaranya di beri pupuk dan sebagian lagi tidak. Yang di beri pupuk secara teori akan tumbuh lebih tinggi dari yang di tidak beri pupuk, namun kenyataannya ada pula padi yang tidak di beri pupuk yang tumbuh tinggi, ini mungkin dikarenakan oleh faktor luar seperti kesuburan tanah atau dengan perkataan lain, bisa saja terjadi bahwa hubungan antara tinggi batang padi dengan pemupukan tersebut hanya terjadi kebetulan saja. Jadi, dalam hal ini statistika berfungsi meningkatkan ketelitian pengamatan kita dalam menarik kesimpulan dengan jalan menghindarkan hubungan semu yang bersifat kebetulan.

 

Karakteristik Berpikir Induktif

Kesimpulan yang didapat dalam berpikir deduktif merupakan hal yang pasti, dimana jika kita mempercayai premis-premis yang dipakai sebagai landasan penalarannya, maka kesimpulan penalaran tersebut juga dapat kita percayai kebenarannya sebagaimana kita mempercayai premis-premis terdahulu.

  • Statistika adalah pengetahuan yang memungkinkan untuk menarik kesimpulan secara induktif berdasarkan peluang. Menurut bidang pengkajiannya statistika di bedakan menjadi 2 yaitu statistika teoretis dan statistika terapan.
  1. Statistika teoretis merupakan pengetahuan yang mengkaji dasar-dasar teori statistika di mulai dari teori penarikan contoh, distribusi, penaksiran dan peluang.
  2. Statistika terapan merupakan penggunaan statistika teoretis yang disesuaikan dengan bidang tempat penerapannya. Kegiatan ilmiah memerlukan penelitian untuk menguji hipotesis yang di ajukan. Penelitian pada dasarnya merupakan pengamatan dalam alam empiris apakah hipotesis tersebut memang di dukung oleh fakta. Misalnya kita mempunyai hipotesis bahwa anak muda lebih menyukai  musik pop di bandingkan musik keroncong maka kita harus melakukan pengujian untuk memperlihatkan bahwa hipotesis tersebut benar, dengan jalan mengumpulkan fakta mengenai kesukaan musik anak-anak muda. Tentu saja kita tidak bisa mengadakan wawancara dengan seluruh anak muda (pemuda) dan untuk itu statistika terapan memberikan cara untuk dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum dengan jalan mengamati hanya sebagian dari anak muda sebagai contoh representif dan obyektif dari keseluruhan populasi anak muda tersebut. Jelaslah kiranya bahwa tanpa menguasai statistika anda tidak mungkin dapat menarik kesimpulan dengan sah.

Statistika merupakan sarana berpikir yang diperlukan untuk memproses pengetahuan secara ilmiah. Sebagai bagian dari perangkat metode ilmiah maka statistika membantu kita untuk melakukan generalisasi dan menyimpulkan karakteristik suatu kejadian secara lebih pasti dan bukan terjadi secara kebetulan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copyright © 2012-2014 201252069 – Jemmy Muhammad Rizaldi All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.0.3, from BuyNowShop.com.